UMKM OKU Selatan Berpotensi Kembangkan Produk Olahan Kuliner

Merdeka.com – Warga termasuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, sebaiknya mengembangkan produk kuliner pempek.

Kuliner Pempek sudah tidak perlu ditanyakan lagi kerumitannya di Indonesia. Bahkan makanan khas daerah Sumatera Selatan ini tidak hanya berbahan dasar ikan saja, masih banyak bentuk olahan yang belum kita ketahui.

Agar masyarakat lebih mengetahui apa saja olahannya, Sahabat Ganjar menggelar workshop olahan makanan pempek yang berlangsung di Kecamatan Muara Dua, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan.

“Banyak jenis pempek yang tentunya sangat digemari oleh masyarakat. Jadi tidak heran, apabila kuliner khas Sumsel ini menjadi idola bagi masyarakat,” kata Perwakilan Sahabat Ganjar OKU Selatan, Yopi Andesta, Senin (20/3).

Yopi juga menceritakan, ternyata bukan hanya ikan yang bisa dijadikan bahan dasar dalam pembuatan pempek. Sejumlah bahan dasar bisa juga dijadikan pembuatan pempek.

“Selama ini kita mengetahui pempek berbahan dasar ikan. Namun pada kegiatan kali ini, makanan khas ini bisa dibuat dengan bahan dasar sayur, nasi, ebi dan masih banyak lagi,” tandas Yopi.

Yopi berharap, kegiatan kali ini bisa terus dikembangkan menjadi UMKM andalan di OKU Selatan.

“Pak Ganjar memimpin rakyatnya agar menjadi pengusaha. Hal tersebutlah yang membuat Ganjar sering ditunjuk sebagai Bapak UMKM” ucap Yopi.

Usaha Sahabat Ganjar untuk mengenalkan Ganjar Pranowo di Bumi Sriwijaya juga sampai di Kabupaten Musi Banyuasin.

Sahabat Ganjar hadir untuk mengikuti workshop pelatihan manajemen keuangan yang berlangsung di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin.

Pada kegiatannya, Ketua DPC M Pamilu mengungkapkan masyarakat yang hadir kali ini sangat serius memahami setiap materi yang dipaparkan oleh pengisi materi.

“Semua peserta yang hadir kali ini benar-benar menyimak apa yang sudah disampaikan oleh pemateri seputar memanajemen keuangan. Karena, hal tersebut adalah hal dasar untuk keberlangsungan hidup kita sebagai manusia,” ucap Pamilu.

Pamilu juga menilai, kecenderungan masyarakat kali ini adalah ingin punya terlebih dahulu lalu membayar di kemudian hari. Inilah mindset yang harus kita ubah bersama.

“Anda bisa memiliki seuatu barang tapi secara mental Anda belum siap. Maka jalan pintasnya adalah melakukan kredit, ini yang sering terjadi. Maka dari itu, kami juga mengajak, agar masyarakat terus menabung dan membeli barang-barang sesuai kebutuhan dan kapasitas keuangannya,” ungkap Pamilu.

Setelah kegiatan workshop kali ini, Sahabat Ganjar juga membagikan puluhan doorprize untuk dibagikan kepada masyarakat. Adapun hadiah tersebut meliputi perabotan-perabotan rumah tangga.

[cob]

.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *